Wisata di Kota Kediri Paling Hits Dan Instagramable

Wisata di Kota Kediri Paling Hits Dan Instagramable

Wisata di Kota Kediri Paling Hits Dan Instagramable – Banyak kota di Jawa Timur yang memiliki pariwisata yang kuat, salah satunya adalah destinasi wisata Kediri. Kediri mempunyai banyak tempat wisata yang berbeda-beda sehingga bisa menjadi tempat liburan yang berbeda pula.

Kotanya sangat indah, memiliki fasilitas yang baik dan terkenal dengan pembuatan “tahu”. Dari Surabaya Kota Kediri terletak di sebelah barat laut, jaraknya 120 kilometer atau 4 pohon dalam satu jalan.Jalan tersebut melintasi Sungai Brantas, sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Bengawan Solo.

Kediri mempunyai banyak sekali tempat wisata dan jika anda berencana untuk menghabiskan liburan anda disini.

Tips Berwisata Kediri

Berikut beberapa tempat wisata di Kediri yang bisa ibu-ibu kunjungi dan jadikan tujuan liburan.

1. Masjid Agung Kediri

Tempat wisata di Kediri yang pertama yang bisa ibu-ibu kunjungi bersama keluarga adalah Masjid Raya Kediri.Bangunan ini diresmikan pada tahun 2006 dan merupakan masjid terbesar di kota Kediri.

Masjid cantik ini memiliki tiga lantai dan tinggi masjid 49 meter. Gaya arsitektur gereja ini sangat Eropa. Meski begitu, Anda tetap bisa merasakan perasaan orang-orang pada patung-patung di aula gereja.

Masjid ini berada di tengah kota, tepat di seberang alun-alun dan Balai Kota Kediri.Masjid ini terletak di sebelah alun-alun Dhoho, salah satu pusat komersial kota Kediri. Ibu-ibu bisa datang ke sini untuk berdoa dan beristirahat sambil menikmati suasana alun-alun.

2. Katedral Posarang

Tempat ibadah di Kediri yang tidak hanya berupa gereja namun juga menjadi tempat wisata adalah Gereja Katolik Posarang. Jaraknya sekitar 10 km dari kota Kediri.Gereja ini terletak di desa Posarang. Gereja Katolik ini juga indah karena desainnya yang indah.

Sebagian besar rumah terbuat dari batu sungai yang halus. Selain itu, bentuk atapnya yang unik membuat gereja ini terlihat sangat indah. Gereja ini dibangun pada tahun 1936 dan memadukan arsitektur kolonial Belanda dengan budaya Jawa. Jika masuk ke dalam, Anda akan melihat bagian dalam gereja yang sebagian besar terbuat dari batu berwarna coklat. Terdapat juga tanda salib pada langit-langit yang terbuat dari ubin kaca, sehingga memberikan tampilan salib yang bersinar. Ada banyak tempat di sekitar gereja yang bisa dikunjungi para ibu, seperti Ghana Food Park, Rumah Sakit Emaus, dan Gua Maria Posarang.

3. Ana Maria Posarang

Objek wisata di Kediri lainnya yang terletak di lereng Gunung Wilis yaitu Gua Maria Pohsarang.Ini merupakan tempat ziarah umat Katolik, dan juga terdapat contoh tempat suci Maria Lourdes dari Perancis yang masih dilestarikan di situs Gereja Posarang.

Jaraknya 10 km arah selatan ke arah selatan kota Kediri dan dapat ditempuh dengan mobil dalam jarak 1 vara dari kota. Tempat ini sangat sakral. Di kawasan Gua Maria Posarang terdapat sebuah gua kecil yang memperlihatkan patung Maria pertama yang dipasang di Posarang sebelum dibukanya Gua Maria yang baru.

Baca Juga : Wisata Populer di Tomohon Wajib Kalian Kunjungi

4. Klenteng Tjoe Hwie Kiong

Sebagai tujuan wisata berbasis agama, Kediri juga merupakan rumah bagi Kelenteng Tjoe Hwie Kiong. Bangunan ini dibangun pada tahun 1895 dan merupakan peninggalan bangsa Tionghoa yang datang ke Kediri untuk berdagang.

Pura ini terletak di Jalan Yos Sudarso, dan saat masuk, para ibu akan disambut oleh pintu cantik berwarna merah yang kontras dengan bangunan di sekitarnya. Selain itu, di aula utama candi terdapat tempat suci bagi tiga nabi besar bagi umat yang menganut agama Tao, Budha, dan Konghucu. Sementara itu, di lantai depan kuil juga terdapat patung Hongsae dan naga penjaga kompleks kuil Jo Hwi-gyeong. Di halaman pura terdapat sebuah kolam yang banyak terdapat ikan berwarna-warni.

Di sisi barat ruang utama terdapat panggung pertunjukan tari wayang. Meski tidak ditayangkan setiap hari, ada tayangan yang bisa dinikmati ibu-ibu pada sore hari (jam 3 sore) dan malam hari (jam 7 malam).

5.gunung kelud

Gunung Kelud merupakan gunung berapi aktif dan dapat meletus sewaktu-waktu. Hingga tahun 2014, gunung ini terus menunjukkan aktivitas vulkanik.

Namun di sisi lain, gunung ini sangat indah dan gunung-gunung lainnya terlihat indah. Letusan gunung bisa menjadi berkah sekaligus bencana bagi mereka yang tinggal di dekat gunung tersebut.

Hal ini sangat berbahaya karena penduduk desa tidak punya pilihan selain berjalan melewati lahar panas dan asap beracun yang turun saat gunung berapi meletus.Saat letusan berhenti, lahan dan ladang di sekitar letusan menjadi lebih basah dan hijau.

6. Hentikan Kampung Inggris

Ibu-ibu mungkin pernah mendengar tentang Kampung Inggris Pare. Ini adalah tempat yang populer untuk belajar bahasa Inggris.

Setiap tahun, ribuan siswa dari berbagai daerah datang ke sini untuk belajar bahasa Inggris.Untuk memasuki rumah asal Inggris ini, para ibu harus memilih dari sejumlah paket yang ditawarkan.

Paket-paket tersebut antara lain paket 1 minggu, paket 2 minggu, paket 1 bulan, paket 2 bulan, dan paket 3 bulan. Harga dapat berubah sewaktu-waktu.

7. Alun-Alun Kediri

Hampir semua kota mempunyai alun-alun di tengah kotanya yang disebut alun-alun.Selain itu, Desa Kediri mempunyai alun-alun yang tak kalah menyenangkan dan menarik untuk dikunjungi. Alun-alun Kediri telah banyak mengalami renovasi untuk mengatasi kekurangan tersebut dan semakin nyaman bagi pengunjung.

Bunda juga bisa menikmati beragam hidangan yang tersedia di alun-alun. Banyak juga tempat dimana para ibu bisa bersantai dan menikmati pemandangan.

Baca Juga : Wisata Populer Dan Hits di Kota Blitar Saat ini

8. Pusat Pengetahuan dan Ketakwaan

Berkunjung ke Kediri belum lengkap rasanya tanpa menikmati lezatnya sajian tahu. Tahu ini juga menjadi salah satu tempat wisata di Kediri dan banyak sekali tempat yang bisa anda singgahi untuk membeli tahu. Contohnya Jalan Yos Sudarso dan Jalan Pattimura.

Banyak toko yang menjual produk tahu, sehingga ibu bisa menikmati beragam olahan tahu, antara lain tahu kuning goreng, tahu encer, dan jajanan malam berbahan dasar tahu.Untungnya produk-produk tersebut dijual dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp 3.000 hingga puluhan ribu rupee.

Tahu kuning goreng biasanya hadir dalam kemasan 4 sampai 10 potong tahu yang rasanya sangat enak. Selain itu, para ibu bisa membawa pulang produk tersebut sebagai oleh-oleh.

9. Candi Tegowangi

Jika ingin ke Kediri yang berbentuk candi, luangkan waktu sejenak untuk pergi ke Candi Tegowangi.Candi ini dibangun pada tahun 1400 Masehi. C. sebagai peninggalan kerajaan Majapahit. Jaraknya sangat jauh dari kota Kediri, sekitar 24 km. Namun Candi Tegowangi menjadi objek wisata yang wajib dikunjungi.

Meski kecil, candi ini sangat indah dan turut menceritakan kisah penyucian Dewi Durga menjadi Dewi Uma. Di sekitar candi induk juga terdapat reruntuhan candi-candi kecil dengan patung manusia seperti Ardhanari, Parwati dan Garuda.

Ibu-ibu tidak perlu mengeluarkan uang untuk menikmati pura ini. Namun sayangnya keseluruhan candi ini tidak terpelihara dengan baik. Namun Candi Tegowangi menjadi salah satu tempat wisata di Kediri yang wajib dikunjungi.

10. Soto Kediri Bok Ijo

Soto Kediri Bok Ijo juga bisa dicoba oleh ibu-ibu.Letaknya di sebelah timur Terminal Tamanan, bersebelahan dengan pedagang kaki lima Soto Kediri atau dikenal juga dengan Soto Bok Ijo.

Menurut legenda, nama Bogijo diberikan karena di situlah pedagang Soto pertama kali menetap di dekat Nokgyo. Padahal, industri makanan ini sudah berkembang sejak tahun 1969.

Ibu-ibu mendapat sepiring nasi dan semangkuk soto dengan isian ayam kampung, tauge, perasan jeruk nipis, dan suwiran kol.

Perpaduan rasa unik ini akan memuaskan hasrat Anda.Jika tidak sempat menikmati hari, ibu-ibu juga bisa datang karena buka hingga tengah malam. Harganya sangat terjangkau dan kualitasnya sangat dapat diandalkan.

11. Perdebatan tentang air terjun Irengolo

Air terjun yang terletak di kawasan Gunung Wilis ini wajib dikunjungi tempat wisata Kediri. Jaraknya sangat jauh dari kota Kediri, sekitar 28 km. Namun, Anda bisa mencapainya dalam waktu 30 menit menggunakan kendaraan roda empat. Air terjun ini tingginya sekitar 80 meter dan mempunyai keunikan yang tidak dapat ditemukan di air terjun lainnya.

Berbeda dengan air terjun lainnya, aliran air persawahan tidak jatuh secara vertikal melainkan melewati semacam formasi batuan. Aliran yang dimaksud ini dikumpulkan di reservoir yang tidak besar dan tidak dangkal.

Bunda dan keluarga bisa ngobrol sekeluarga dengan sumber ini.Selain itu, para ibu juga akan menikmati pemandangan menakjubkan lereng Gunung Wilis menjelang musim gugur.